Header Ads

Breaking News
recent

Warcraft Lore - Illidan Stormrage, The Betrayer





“Betrayer.. in truth it was I who was betrayed” – Illidan Stormrage.




Cerita Illidan Stormrage dimulai pada 10.000 tahun yang lalu. Illidan lahir di kota kuno Suramar bersama dengan saudara kembarnya Malfurion Stormrage, dan teman sejak mereka kecil Tyrande Whisperwind, dimana takdir akan membawa mereka membuat perubahan di seluruh Azeroth (salah satu dunia di dalam Warcraft).  Tanpa aksi heroik mereka, Burning Legion yaitu pasukan para ras Demon mungkin akan berhasil menguasai tempat yang mereka tinggali. Rencana licik para demon, para Highborn yang jahat, bahkan Ratu Azhara merupakan musuh yang akan mereka hadapi. Namun bagi illidan  musuh terburuknya adalah dirinya sendiri.


Illidan, Tyrande, dan Malfurion

Illidan merupakan salah satu pengguna kekuatan magic Arcane terbaik yang pernah hidup dimasanya, satu-satunya yang pernah membunuh salah satu Demon kelas atas seorang diri, orang yang sangat berbakat, namun juga orang yang gila akan kekuatan. 


Magic Arcane.

Ia mengkhianati bangsanya sendiri dengan maksud untuk menyelamatkan mereka dan seluruh dunia, namun ia selalu dengan mengutamakan ambisinya dahulu. Egois, lincah, penuh gairah, brilian, mudah tersinggung, dan tersiksa oleh dirinya sendiri. Illidan Stormrage salah seorang yang membantu dunia tempat tinggal di dalam game Warcraft ini terbentuk sampai sekarang

Stormrage bersaudara berguru di bawah naungan Cenarius, seorang anak dari Elune dan Malorne dan merupakan makhluk setengah dewa yang sangat kuat, dan bijaksana. Mengesampingkan bahwa dirinya belajar kepada seorang Demigod, Illidan sama sekali tidak tertarik oleh sihir Druid yang diajarkan oleh cenarius, berbeda dengan Malfurion sangat berminat dan berbakat dalam hal ini. Illidan lebih tertarik kepada kekuatan sihir Arcane. Jika ia menemukan cara untuk meraih kekuatan hanya untuk membuat Tyrande terkesan, Arcane masih menjadi pilihan utama Illidan.


Cenarius mengajari Malfurion, Tyrande, dan Illidan.

War of the Ancients atau Perang para Ancients mengubah segalanya bagi ketiganya dan seluruh bangsa Night Elf dimana pun mereka berada. Bagi Kaldorei (sebutan yang para night elf pakai untuk memanggil diri mereka sendiri) perang tersebut membawa perubahan yang besar, dan juga menyakitkan dimana hasil dari perang tersebut sangat sulit bagi semua orang untuk memahaminya kecuali Night Elf itu sendiri.

Illidan Muda, dan masih belajar dalam naungan Cenarius.

Illidan tumbuh ke masa dewasanya diantara orang-orang yang memanfaatkan Well Of Eternity, telaga yang terdapat sumber magic yang begitu melimpah didalamnya dimana telaga itu terletak di pusat jantung Kalimdor (nama pulau tempat night elf tinggal dahulu), yang biasanya digunakan sebagai keperluan sehari-hari oleh bangsa Night Elf. 


Well of Eternity

Kekuatan dari telaga tersebut sangat melekat di kehidupan masyarakat Night Elf, dan orang-orang yang sangat bergantung akan arus dari kekuatan Arcane adalah para penguasa dari masyarakatnya yaitu Quel’Dorei (Anak-anak bangsawan / Highborn). 

Ratu Azshara

Ratu Azhara sendiri yang merupakan penguasa pada saat itu lahir dengan mata emas yang mengkilat seperti bara api sama seperti Illidan, mata tersebut merupakan sebuah tanda bagi kaum Night Elf, bahwa mereka yang lahir dengan mata tersebut akan memiliki takdir yang besar.
Illidan tentunya mengambil peran dalam perang tersebut bersama Malfurion, dan Tyrande, menggunakan kekuatan Arcanenya dan membuktikan dirinya sendiri bahwa ia merupakan seorang mage yang paling kuat pada masa itu, cukup kuat bahkan ia tidak terpengaruh oleh Ratu Azshara dimana sebelumnya para Highborn takluk akan hal ini. 

Ratu Azshara membuat portal untuk Sargeras dan pasukan Burning Legion.

Dibalik itu semua bahwa sang Ratu dan penasihat kerajaan Xavius memiliki rencana untuk memerangi kaumnya, bahkan menyatakan perang terhadap dunia itu sendiri. Mereka menyimpan seluruh kekuatan dari Well of Eternity untuk kepentingan pribadi, dengan maksud menggunakannya untuk membuka portal antara Azeroth dan Twisting Nether, lalu membiarkan Sargeras, seorang Titan keji yang telah menguasai banyak planet yang ada di seluruh jagat raya bersama dengan pasukan Demonnya yaitu Burning Legion, bisa masuk dan menguasai Azeroth.

Sargeras

Ketika orang-orang mulai panik akan hal ini, mereka para Highborn membiarkan para demon yang juga merupakan pelayan dari sang titan lepas begitu saja, pasukan dari ras demon atau Burning Legion memiliki jumlah yang tidak terhitung banyaknya dan mulai menyerang kota-kota Night Elf. Mereka, yaitu para Highborn mencuri magic yang merupakan hal yang paling di andalkan di dalam masyarakat Night Elf. Oleh karenanya para Night Elf tidak memiliki sesuatu untuk melindungi diri mereka sendiri. Di saat – saat yang sangat mereka butuhkan, para Night Elf menyadari kekuatan sihir Arcane yang sangat mereka percayai, dan mereka banggakan mengecewakan mereka. 

Malfurion dan Tyrande Whisperwind.

Hilangnya sumber kekuatan Illidan, di tambah melihat hubungan Malfurion dan Tyrande tumbuh semakin dekat, merupakan bencana bagi Illidan. Ia menyadari bahwa  mata emasnya yang ia yakini pada suatu saat akan membawa ia ke takdir yang penuh dengan keagungan, ternyata tidak sebanding dengan apa yang dilakukan oleh Malfurion dan jalan keselamatan yang ia berikan bagi bangsanya. Malfurion memiliki sihir Druid dimana Illidan pernah menolak kekuatan tersebut, dan sekarang ia memiliki Tyrande.

Malfurion dan kemampuan Druidnya.

Selama perang berlangsung, para Ras Dragon mulai ikut serta ke dalam perang ini, sama halnya dengan para Ancients, dan juga Demigod. Illidan, mulai merasakan dirinya sendiri mendorong teralu jauh dan semakin jauh dengan jalannya, dan mengambil langkah drastis untuk menjamin ia masih bisa meraih kekuatan untuk membantunya menghancurkan makhluk dari Burning Legion. Illidan menjadi Demon Hunter, memperoleh kekuatan yang berasal dari semua demon yang ia tebas dimanfaatkan untuk membantunya membunuh lebih banyak demon.


Neltharion, The Earth Warder

Ketika sang naga Neltharion the Earth Warder, mengkhianati sekutunya sendiri. Dimana sebelumnya Neltharion meyakinkan teman sesama naganya untuk membantu ia membuat Dragon Soul, sebuah artifak dengan kekuatan yang besar dibuat dari pecahan kekuatan yang berasal dari naga-naga lainnya, ia menggunakan kekuatan tersebut kepada para kelompok naga biru, membunuh banyak dari mereka sebelum kekuatan artifak mulai mengkonsumsi dia dari dalam. Karena tindakannya itu hampir membuat para naga tersapu habis dari peradabannya, dan membuat Illidan yang melihat kekuatan seperti itu merenung, apa yang akan ia lakukan jika mendapatkan kekuatan besar seperti yang dimiliki Neltharion. Ia mulai menyusun rencana.

Merupakan sifat alami dari Illidan untuk membuktikan dirinya sendiri lebih superior dari kedua belah pihak pada perang tersebut, dan memastikan siapapun yang menang dalam perang ini magic akan bertahan apapun caranya. Berkhianat dari Azhara, Illidan mendapat perhatian khusus dari Sargeras itu sendiri dan bertahan hidup dalam prosesnya. Sargeras membakar kedua mata Illidan dan menggantinya dengan mata api yang bisa melihat segala bentuk sihir/magic yang ada di dunia, dan menandai kulitnya dengan tato yang meliputi seluruh tubuhnya, dan sigil yang akan membantunya untuk menyerap kekuatan energi fel.

Illidan telah mendapatkan mata dan tato pemberian Sargeras.

Begitu banyak perubahan yang terjadi pada Illidan, bersama dengan Captain Varo’then, salah satu kapten penjaga ratu Azhara dan juga salah seorang yang loyal kepada Ratunya, ia pergi mencari Dragon Soul dengan tujuan memanfaatkan kekuatan besarnya ke dalam ritual untuk menambah daya portal untuk Sargeras agar ia bisa masuk kedalam Azeroth secara keseluruhan. Illidan, bagaimanapun, tidak memiliki niat untuk memberikan Dragon Soul kepada Sargeras atau siapapun. Ia akan menggunakan artifak tersebut untuk menutup portal, dan membuktikan dirinya lebih Superior dari Malfurion dengan menyelamatkan seluruh dunia.

Para Dragon membentuk Dragon Soul, Artifak yang digunakan oleh Neltharion.

Diluar dugaan, akibat dari arogansi Illidan itu sendiri. Varo’then berhasil membawa Dragon Soul terlebih dahulu kembali ke pasukan Legion, dan Malfurion terpaksa berjuang lebih keras untuk merebut artifak tersebut dari tangan musuh dengan cara menyusupi musuhnya melalui Emerald Dream. Hal ini akhirnya mengarahkan ke akhir konflik di Well of Eternity dan membuat Malfurion terpaksa mengambil langkah untuk menghancurkan Well of Eternity dan mencegah Sargeras dan pasukan Burning Legionnya datang ke Azeroth.



Well of Eternity berubah menjadi Maelstorm setelah dihancurkan oleh Malfurion.

Bagaimanapun, Illidan masih memiliki rencana lain. Ketika konflik besar yang terjadi di Well of Eternity, ia berhasil memperoleh 7 botol berisikan air dari Well of Eternity, dan menuangkannya pada danau yang ada di puncak gunung Hyjal. Pada saat yang bersamaan, Malfurion sukses menghancurkan telaga yang merupakan sumber daya utama  dari portal yang dibuat untuk memanggil Sargeras, dan berhasil menghalau seluruh pasukan Burning Legion kembali ke Twisting Nether.

Dengan sikapnya ini, Illidan membuat dirinya sendiri semakin menjauhi saudara, dan kaumnya. Selama perang berlangsung ia telah bermain dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya dari ke dua belah pihak. Illidan berkhianat dari satu kubu ke kubu lainnya, hanya untuk mencari kekuatan dan keagungan, tindakan akhir yang ia ambil dianggap sudah teralu berlebihan. Akan tetapi tanpa tindakan Illidan, pohon kehidupan Nordrassil tidak mungkin ada sampai sekarang. Keabadian para kaumnya, dan terciptanya sebuah perjanjian antara Night elf dengan Ysera salah satu ras naga hijau penjaga Emerald dream yang membantu pondasi untuk terciptanya druids yang lebih modern, tidak ada satupun yang terjadi jika bukan karena tindakan yang diambil oleh Illidan.

Yserra, Malfurion dan Tyrande, di danau Hyjal tempat Nordrassil tumbuh .

Karena tindakannya ia hampir di eksekusi mati oleh para Night Elf namun berkat saudaranya Malfurion, Illidan hanya dipenjara seumur hidup di Stormrage Barrow Dens yang terletak dibawah gunung hyjal. Para Night Elf menunjuk mantan pendeta wanita Maiev Shadowsong untuk menjaga Illidan.
Selamanya.. bagaimanapun pada akhirnya juga akan berakhir.

Maiev Shadowsong.

Setelah 10.000 tahun berlalu pasukan Burning Legion mencoba memasuki kembali dunia Azeroth dimana mereka para legion menggunakan Skull of Gul'dan sebuah artifak yang mencemari area felwood. Masyarakat Night Elf saat ini sudah banyak berubah, mereka sudah meninggalkan kekuatan Arcane yang Illidan banyak korbankan untuk tetap mempertahankannya. Ketika Malfurion dan Tyrande datang ke Barrow Den untuk membangunkan para druids guna membantu mereka dalam mempertahankan bangsanya, Tyrande yang sekarang sudah menjadi pemimpin para Pendeta Elune, memutuskan untuk mengakhiri masa tahanan Illidan bagaimanapun caranya bahkan menempuh langkah ekstrim dengan membunuh para penjaga yang mengawasi Illidan kecuali Maiev yang pada saat itu tidak mengetahui akan tindakan Tyrande.

Skull of Gul'dan.

10.000 tahun dipenjara di bawah tanah, ia mungkin memiliki kepahitan kepada dirinya serta kaumnya karena telah menghukum ia seperti itu, namun Illidan tidak akan pernah menolak permintaan dari wanita yang ia cintai sepenuhnya. Ada kemungkinan bahwa ia ingin membuktikan dirinya sekali lagi kepada Tyrande bahwa ia lebih baik daripada Malfurion.

Illidan dan Tyrande.

Ketika Illidan sampai di Felwood, tempat hutan yang telah jatuh ke tangan para demon, dan makhluk jahanam lainnya, ia bertemu dengan seorang manusia yang memanggil dirinya sendiri sebagai Arthas, dan mengaku sebagai pelayan dari pasukan yang menentang para Demons dengan alasan pribadi.

Arthas soon to be Lich King.

Arthas memberitahu Illidan mengenai artifak Demon, bernama Skull of Gul’dan yang memiliki kekuatan yang sangat besar, mendengar hal tersebut gairah Illidan untuk mendapatkan kekuatan muncul kembali. Kali ini ia berhasil  mendapatkan artifak tersebut, menyerap seluruh kekuatan yang ada di dalamnya, dan memanfaatkan kekuatannya untuk menghancurkan para demon dan Tichondrus, seorang dreadlord yang memimpin invasi para Legion di area tersebut.

Mengesampingkan keberhasilannya mengalahkan pasukan Legion beserta pemimpinnya juga menyerap seluruh kekuatan jahat yang ada di dalam artifak tersebut guna menghindari kerusakan yang lebih besar. Karena kekuatan dari artifak tersebut Illidan memiliki bentuk seperti demon ia memiliki tanduk, dan juga sayap, serta kakinya berubah menjadi Satyr. Illidan menghadapi takdirnya dimana ia dipertemukan oleh Tyrande dan Malfurion, ia justru tidak mendapatkan ucapan terima kasih atau perlakuan sepantasnya atas pengorbanan yang ia lakukan, justru sebaliknya ia malah di kutuk karena tindakannya yang menyerap kekuatan dari artifak tersebut sehingga mengubah ia menjadi seorang demon, namun jauh di dalam lubuk hatinya ia masih seorang Night Elf. Malfurion mengusir illidan dan melarangnya untuk menginjakkan kakinya lagi di tempat kelahirannya, dan dengan demikian Illidan dan kekuatan barunya tidak mengambil bagian untuk mengahadapi para Legion yang sekarang ada di atas gunung Hyjal.

Transformasi Illidan menjadi Demon.

Jika saja Illidan diperbolehkan untuk melawan Legion di atas gunung Hyjal dan tidak diusir oleh Malfurion, mungkin saja kehancuran pohon dunia Nordrassil bisa terelakkan.

Illidan memiliki tujuan yang baru di Tomb of Sargeras dimana sebelumnya reruntuhan tersebut adalah kota Suramar tempat kelahiran Illidan. Memimpin pasukan dari ratu Azhara yaitu para Naga. Naga sebelumnya merupakan jelmaan dari ratu Azhara dan para pengikut Night Elf nya yang setia, saat perang Ancients ia bersama pengikutnya yang kalah dalam perang tersebut tenggelam bersama dengan ibukota tercinta mereka, dan salah satu Old Gods menjanjikan jalan keselamatan kepada Ratu Azhara dengan syarat pada tiba waktunya para Old Gods meminta kesetiaan mereka. Ratu Azhara setuju akan penawaran yang di berikan Old Gods, dan para Old Gods mengubah bentuk tubuh mereka menjadi seperti reptil, dari hal itulah bangsa Naga lahir. 

Illidan dan pasukan para Naga.

Ketika ia berusaha untuk memperoleh Eye of Sargeras. Illidan sudah memahami mekanisme pertahanan dari kota Suramar, membuat ia mampu mengalahkan mantan penjaganya Maiev Shadowsong, dengan mekanisme itu ia gunakan untuk meruntuhkan puing-puing kota suramar dan mengubur hidup-hidup orang yang mengejar Illidan. Maiev seorang diri selamat dari perangkap itu dan berhasil kembali ke permukaan, namun para saudarinya gugur akibat perangkap yang tersebut.  Maiev mengirim pesan kepada Malfurion dan Tyrande, yang juga mengejar Illidan sampai ke reruntuhan Kota Dalaran di Eastern Kingdom.

Melihat dirinya sendiri sudah tidak memiliki alasan untuk melindungi Azeroth dunia yang ia tinggali saat ini, Illidan memutuskan untuk bersekutu kepada Kil’jaeden. Sang Arch Demon dimana ia mencoba untuk memaafkan peran Illidan yang menggagalkan invasi Sargeras 10,000 tahun yang lalu, dan melupakan tindakannya yang telah membunuh salah satu dreadlordnya yaitu Tichondrius, dengan syarat Illidan harus menyingkirkan Lich King, hal ini karena ia melihat pengkhianatan Lich King merupakan penghinaan bagi dirinya. Jadi upaya Illidan untuk menghancurkan Lich King karena ia takut kehilangan nyawanya. Akibat campur tangan Malfurion membuat Illidan gagal memenuhi permintaan Kil’Jaeden, namun karena suatu keadaan membuat kedua saudara ini bekerja sama ketika obsesi Maiev untuk menangkap Illidan hampir membuat nyawa Tyrande terancam. Tindakan Illidan untuk menyelamatkan wanita yang di cintai oleh dia dan saudaranya, sempat melonggarkan tali kebencian di antara mereka. Illidan berpisah dengan Tyrande dan Malfurion dimana mereka setuju untuk melepaskan dirinya, namun Maiev tidak sudi untuk menyetujui keputusan dari pemimpinnya sendiri.

Sepanjang usahanya untuk memenuhi dan juga menghindari permintaan dari Kil’jaeden, Illidan bertemu dengan Kael’thas Sunstrider, seorang pangeran dari garis keturunan Highborn Dath'remar Sunstrider, dan memberitahu sang pangeran muda bagaimana untuk memenuhi kecanduannya terhadap arcane magic dengan mengambil kekuatan magic dari para demon. 
Kael'thas Sunstrider.

Setelah mendapatkan kesetiaan dari pangeran Sin’dorei untuk sementara, ia memimpin pasukan yang beraneka ragam (termasuk suku buangan dari Dranei yang dipimpin oleh Akama, seorang mantan pendeta ddi kuil Karabor) untuk memperebutkan kuasa atas Outland untuk dirinya sendiri sekaligus untuk melawan pasukan dari Lich King. Ia kemudian bertarung dengan Arthas di depan Frozen Throne yang terletak di Northend.

Illidan dan Arthas bertarung di Ice Crown.

Pada akhirnya ia tidak berhasil akan misinya dan dikalahkan oleh sang pangeran, Arthas, dan kesempatan ia untuk menyelamatkan dunia lagi-lagi lolos dari cengkramannya. Pasukan Illidan dipukul mundur kembali ke Outland, dengan membawa Illidan yang terluka parah bersama dengan mereka.

Satu-satunya luka Illidan yang tidak pulih seutuhnya adalah ego dirinya sendiri, luka tersebut ditimbulkan atas kekalahan besar yang ia alami ketika melawan Arthas dan pasukan Undeadnya. Illidan memilih untuk membangun sebuah benteng di Outland untuk menghadapi amarah dari Kil’jaeden beserta Burning Legion yang tidak mungkin lagi untuk dielakkan. Ia membentuk pasukan dengan menggunakan darah dari Magtheridon, seorang Pit lord di kuil Karabor yang ia kalahkan demi menjadi penguasa Outland.

Pitlord, Magtheridon penguasa Outland.


Illidan penguasa Outland, bersemayan di bentengnya di reruntuhan Kuil Karabor yang diubah menjadi Black Temple setelah mengalahkan Magtheridon.

Dengan memanfaatkan darah dari Magtheridon, ia menciptakan Fel Orcs dan mengikat banyak makhluk Draenor lainnya agar mau melayaninya. Ia mulai menyerang ketika Naaru datang ke Outland, dan mengirim pasukan untuk menghadapinya, dimana ia tidak mengetahui bahwa Kael’thas telah mengkhianati dirinya dan telah bersekutu dengan Kil’jaeden.


Kael'thas beraliansi dengan Kil'jaeden.

Arogansi Illidan sekali lagi membuktikan akan kehancuran dirinya, ketika Maiev Shadowsong yang sebelumnya di penjara oleh Illidan dibebaskan dan bergabung dengan pasukan Ashtongue Deathsworn dibawah pimpinan Akama, dan beberapa pasukan yang dikirim oleh Aldor dan Sryers dari kota Shattrath untuk mengakhiri rezim Illidan. 

Akama membebaskan Maiev dari kurungannya.

Sang pengkhianat / The Betrayer gugur karena dirinya sendiri dikhianati oleh bawahannya yang ia percayai, diatas kuil Karabor atau black tample.

Illidan Dikalahkan.


Hidup yang dijalani Illidan tergolong menyedihkan dan tragis ketimbang bahagia, dan perjalanan tanpa akhirnya mencari kekuatan untuk membuktikan bahwa dirinya sendiri layak untuk menerima takdir yang besar, dimana kelihatannya hal itu terjadi akibat kecelakaan karena dirinya sendiri. Tanpa Illidan, dunia Azeroth akan sangat berbeda.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.