Header Ads

Breaking News
recent

Deadpool, anti-hero paling cabul saat ini [Review dan Analisis]


Marvel

Intro

Deadpool muncul kembali ke layar lebar setelah karakter yang digambarkan secara mengerikan di Wolverine : Origins. Bisa dibilang bahwa Film Deadpool yang rilis pada februari 2016 dimana bertepatan dengan hari valentine saat ini, sukses dari segala aspek dan membawakannya berhasil meraih profit juga meraih perhatian dari setiap masyarakat. Setiap eksekusi yang ada dalam film-nya bisa patut di acungi 2 jempol, bayangkan saja dari promosi filmnya yang bisa dibilang cerdas juga kreatif, aktor yang sesuai dengan karakter Deadpool itu sendiri, dan plot ceritanya yang tidak berat atau teralu memaksa mampu membuat saya duduk manis menikmati film ini sampai akhir.

Untuk setiap film awal superhero sudah mengangkat cerita awal mula sang hero. Bilang saja seperti iron-man, captain america, ant-man, hulk, dan sejenisnya tidak teralu menarik dari segi ceritanya atau bisa dibilang klise atau mainstream. Namun tidak dengan Deadpool, meskipun cerita dalam film ini memang mengangkat tentang awal mula dari Deadpool, cerita yang disajikan tidaklah membosankan dan bisa dinikmati bagi penonton yang baru mengenal Deadpool atau yang sudah lama mengenal Deadpool sejak lama.  Yang membuat spesial difilmnya tentu adalah tradisi dari Deadpool itu sendiri yaitu breaking the 4th wall. Bagi anda yang tidak tahu apa itu breaking the 4th wall, itu adalah ketika karakter di film tersebut menyadari kehadiran anda sebagai penontonnya, tidak hanya menyadarinya saja namun kerap berinteraksi dengan anda. Elemen tersebut yang membuat film intro dari sang hero yang tidak mau disebut hero sukses di jajaran film-film superhero yang sukses lainnya.

Meskipun tergolong film superhero yang kebanyakan digemari oleh kalangan remaja atau anak-anak ini mendapat rating R atau bisa dibilang Restricted, dimana tanda R tersebut sepertinya kurang dipahami oleh kebanyakan orang tua sehingga membawa anak-anak mereka yang masih polos melihat film tersebut, dan BOOM anak-anak mereka belajar banyak hal untuk menjadi orang dewasa. Pesan saya untuk orang tua, dari pada protes sana sini untuk melarang dan menyebut bahwa film ini tidak mendidik, lebih baik anda didik kembali sikap anda mengenai rating-rating yang ada di semua film yang tayang di bioskop, agar jangan selalu menyalahkan semua pihak akibat keteledoran yang anda timbulkan sendiri (berlaku juga pada anime atau game).

Seperti kebanyakan film awal superhero pasti mengenai origin atau asal mula hero tersebut, dan tentu saja Deadpool menceritakan bagaimana seorang Wade Wilson menjadi merc with a mouth seorang anti-hero yang paling digemari dunia saat ini.
Wade merupakan seorang mercenary atau tentara bayaran yang hidup bahagia dengan kekasih gilanya Vanessa, namun hal tersebut tidak berlangsung lama ketika Wade dan Vanessa mengetahui bahwa di dalam diri Wade terdapat kanker ganas yang sudah tidak bisa disembuhkan lagi. Disaat – saat suramnya Wade didatangi oleh agent khusus yang menawari dirinya untuk ikut sebuah program rahasia dan berjanji bahwa ada mungkin kemungkinan bahwa Wade bisa sembuh dari kanker. Putus asa dan ingin hidup lebih lama dengan Vanessa ia memutuskan secara sukarela untuk ikut sebagai tikus laboratorium pada eksperimen tersebut.

Eksperimen yang dilakukan oleh wade adalah eksperimen bernama Weapon-X, yang melibatkan gen mutant agar bisa berkembang di tubuh manusia biasa, menghasilkan berbagai mutant baru lahir dari program tersebut. Dalam eksperimen yang dialami oleh Wade, ia bertemu dengan Ajax alias Francis, seorang ilmuan mutant  yang menjadi kepala pelaksana sekaligus penanggung jawab pada setiap eksperimen yang terjadi di laboratorium tersebut. Wade berhasil bertahan hidup pada eksperimen yang dilakukan atas dirinya, memperoleh kekuatan regenerasi yang luar biasa. Meskipun ia telah memperoleh kekuatan mutant namun sel kanker yang ada dalam dirinya keluar dan menjadi “daging”, membuat Wade menjadi buruk rupa selama sisa hidupnya. Francis kemudian memberitahu Wade tentang motifnya pada program ini, ia ingin menciptakan budak – budak mutant yang kemudian ia jual kepada orang-orang kaya dan berkuasa, dan ia tidak peduli akan penampilan Wade karena besok ia akan dijual kepada salah satu “pelanggannya”. Marah dan merasa dibohongi oleh Francis, Wade mengamuk di laboratorium lalu berhadapan dengan Francis. Wade Wilson kemudian selamat dari kebakaran hebat yang ia timbulkan pada laboratorium tersebut, namun Francis berhasil menyelamatkan diri dalam prosesnya. Wade Wilson kemudian bersumpah akan menemukan Francis, memaksanya untuk menyembuhkan dirinya kesedia kala. Kemudian sang mercenary mulai mengenakan topeng merah yang akan menjadi ciri khasnya dan menggunakan nama DEADPOOL saat ia beraksi.

Cerita yang ada dalam film Deadpool sebenarnya tidak teralu berat untuk di ikuti, namun beberapa jokes yang teralu vulgar mungkin sulit untuk dicerna oleh beberapa kalangan yang teralu polos atau terlambat dewasa. Plot-nya yang fokus dan tidak keluar dengan tema yang di usung, membuat ceritanya solid dan menyenangkan untuk semua orang yang baru mengenal karakter Deadpool. Selain itu alur ceritanya yang Straightforward dan di bumbui oleh beberapa flashback akan masa lalu wade sebelum menjadi Deadpool terlihat harmonis, fokus, dan tidak bertele-tele. Tidak ada satu halpun yang tidak perlu atau tidak penting ditambahkan atau campur aduk dalam film ini, karenanya menurut saya oleh alasan tersebut film ini sukses memenuhi ekspetasi penonton. Selain itu terdapat beberapa easter-egg yang ikut ditampilkan beserta dengan lelucon yang ada di dalam filmnya membuat hal tersebut lebih terlihat menarik. 

Tetapi muncul pertanyaan, apakah film orgins ini 100% berdasarkan komiknya? Harus saya bilang tidak, karena 20% di film ini berbeda dengan yang ada di komik. Perbedaan tersebut 2 element saja yaitu terletak pada jalinan cinta nan romantis antara Wade Wilson dan Vanessa, dan proses bagaimana Deadpool bergabung dengan X-Men. Jika di komik Wade Wilson tidak lagi memiliki hubungan dengan Vanessa, seiring dengan proses eksperimen yang terjadi dalam dirinya, ia mengenal dan jatuh cinta kepada entitas kematian yang memiliki wujud seperti grim reaper, yup dalam dunia Marvel karakter Death adalah seorang wanita. Selain itu Vanessa dalam komiknya sendiri adalah seorang mutant yang beraliaskan Copycat seorang mutant yang memiliki kemampuan untuk meniru segala gerakan hanya dalam sekali lihat saja. Namun di Filmnya Deadpool dan kekasih manisnya Vanessa masih memiliki hubungan untuk mereka jalani berdua.   Jika dalam filmnya Wade yang diajak untuk bergabung dengan X-Men oleh Collosus dan Teenage warhead, di komiknya ia sendiri yang ingin bergabung dengan X-Men namun di tolak tetapi masih diawasi oleh mutant bernama Domino. 

Character Development menjadi kunci vital disini. Character Development yang baik akan membuat sang anti-hero Deadpool diterima dikalangan masyarakat dewasa, namun jika tidak maka film ini hanya akan menjadi film meh atau tergolong biasa saja dan murahan. Tetapi jangan khawatir perkembangan setiap karakter utamanya terlihat sangat baik disini terutama 2 karakter utamanya, sedangkan karakter-karakter pembantu terlihat unik dan memiliki karakternya masing-masing, namun yang saya sangat sesalkan yaitu karakter Ajax atau dengan kata lain yang menjadi musuh utama Deadpool memiliki karakter yang kurang menonjol dan teralu umum untuk digolongkan sebagai penjahat, sang musuh terlihat seperti karakter sampingan saja yang kurang penting dan lebih terlihat seperti bidak yang suatu saat bisa dibuang. Jujur saja para penjahat di film ini sangat teramat datar dan tidak mengintimidasi atau mengesankan sama sekali. 

Namun jangan melupakan element yang membuat masyarakat mencintai karakter Deadpool di film ini, bukan karena ceritanya yang solid atau pemerannya tampan seperti saya, tetapi karena tradisi Deadpool itu sendiri yaitu breaking the 4th wall, dimana tradisi tersebut dengan teramat sukses ditampilkan berkat sang aktornya itu sendiri yaitu Ryan Reynolds.

Deadpool dengan ciri khasnya breaking the 4th wall. Marvel

Tidak tahukah anda bahwa di salah satu komik Deadpool pernah menyebutkan bahwa dirinya (Deadpool) jika disamakan dengan artis maka artis tersebut adalah Ryan Reynolds.
Yep, sang aktor merupakan salah satu faktor utama suksesnya film ini. Ryan Reynolds berhasil menghidupkan kembali karakter Deadpool yang di inginkan oleh masyarakat dan bukannya makhluk aneh yang ada di Wolverine : Origins. Saya tidak tahu orang aneh seperti apa yang menyukai gambaran Deadpool di film Wolverine, tetapi ayolah kawan ada alasannya mengapa mereka memanggil sang anti-hero itu merc with a mouth, cerewet dan banyak omong adalah esensi dari Deadpool itu sendiri dan Fox dengan berani-beraninya menghilangkan mulut sang hero di film terkutuk itu. Namun tidak perlu khawatir, seperti yang saya bilang Ryan Reynolds can handle this, semua esensi yang ada dalam karakter Deadpool berhasil ia perankan disini. Deadpool yang cerewet, kelakarnya yang aneh, sarkasme yang menusuk,sikapnya yang nyentrik, dan seluruh candaannya yang vulgar berhasil di hadirkan kembali di film ini dan masyarakat menyukainya ..perhaps...

Bayangkan saja mereka melakukan promosi gila terhadap Deadpool dengan berbagai jenis marketing yang tergolong kreatif, contohnya saja ketika mereka merilis berbagai poster Deadpool dengan quote-quote absurd ketimbang keren, mereka mempleseti quote terkenal dari Spiderman menjadi nyeleneh dimana “with great power comes great responsibility” menjadi “with great power comes great irresponsibility”, lalu “wait till you get the load of me” if you know what that means then you had a dirty minds.. like me, dan klimaksnya “Bad Ass, Smart Ass, Great Ass”, seriously yang mendesain poster-poster deadpool seperti anak umur 13 tahun, well which is nice, they are all great! Kemudian dimana Ryan sebagai aktor Deadpool di wawancarai lalu tiba-tiba karakter Deadpool muncul dan memukul sang pembawa acara lalu mengumumkan bahwa Deadpool akan memiliki rating R. Klimaksnya mereka merilis poster seperti film romantis pada umumnya agar para pria yang memiliki pasangan bisa mengelabui pasangannya untuk menghindari film romantis yang biasanya menjadi ritual umum bagi kaum muda mudi untuk merayakan valentine, bisa anda bayangkan berapa banyak hati para wanita yang tadinya ingin melihat film romantis berubah menjadi film yang tidak pernah mereka duga. Promosi kreatif ini juga yang membuat Deadpool menjadi bahan pembicaraan umum, dan film yang paling di antisipasi oleh masyarakat luas.

Selain itu penggunaan CGI mungkin terlihat berlebihan waktu di adegan jalan raya dimana sebelumnya video pada adegan tersebut pernah bocor atau sengaja dibocorkan dijalan raya. Tetapi harus saya akui menggunakan kostum yang tidak dibuat dari CGI (kecuali matanya) patut di apresiasikan.

Deadpool mungkin bukan film superhero yang patas ditujukan kepada anak dibawah umur, tetapi ia bukan superhero melainkan seorang anti-hero yang tidak peduli pada kebaikan atau keadilan, ia hanya bertindak jika dirasa baik untuk dirinya sendiri dan tidak memikirkan kepentingan orang banyak. Namun film ini patut untuk ditonton bagi anda yang merupakan fans berat film-film hero berkualitas dimana film Deadpool sudah terjamin dan sangat saya rekomendasikan. Tetapi jokenya yang vulgar dan dewasa, membuat film tersebut memang ditujuan bagi orang dewasa yang menantikan film-film hero yang memang ditujukan bagi mereka.

Secara overall saya memberi deadpool skor 7.8/10.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.