Header Ads

Breaking News
recent

'Fantastic Beast and Where to Find Them' Review: Suasana Sihir Yang Sama?

Warner Bros.

Intro

Dunia penuh sihir dan keajaiban tidak berakhir ketika Harry menjadi Auror, berambut putih, dan memiliki keluarga. Meskipun J.K Rowling pernah mengatakan tidak akan menulis buku atau membuat film yang berhubungan tentang dunia Harry Potter lagi ternyata tidak menjadi kenyataan. Seperti yang kita tahu jika sebuah franchise yang sempat booming dengan sangat luar biasa dipasaran maka tidak aneh jika studio akan terus memerah pundi-pundi keuntungan yang ada dalam franchise dan dalam kasus ini Harry Potter. Pertanyaannya adalah, apakah film ini meskipun mengambi dunia yang sama dengan Harry Potter bisa sukses tanpa harus mengikut sertakan “Harry” didalamnya? Well that’s a stupid question that cross my mind. Film ini mendapat antusias yang luar biasa terutama fans-fans dunia sihir, dan sukses dengan keuntungan yang besar di layar lebar.

Sinopsis

Mengangkat cerita dan tema yang terjadi jauh sebelum sang Dark Lord masih berada di panti asuhan dan Harry belum lahir ke dunia ini. Pada awal film diperlihatkan bahwa dunia masih terancam diliputi kegelapan dan kejahatan para penyihir hitam yang kali ini bukanlah Voldemort (karena anaknya masih di panti asuhan) tetapi karena Grindlewald. Jika anda yang memang mengikuti film Harry Potter atau membaca bukunya, dia adalah pemilik Elder Wand, tongkat sihir terkuat sebelum dikalahkan dan akhirnya dipegang oleh Dumbledore. Grindlewald kemudian diketahui sedang meneror kota Amerika pada saat itu dan merupakan buronan yang paling dicari, para auror terutama sang pimpinannya bernama Graves menduga bahwa kerusakan yang ada dalam kota New York disebabkan oleh hewan mistis yang sengaja dilepaskan oleh Grindlewald. Amerika yang sedang dilanda oleh teror dan masa-masa suram dikunjungi oleh seorang mantan guru Hogwarts bernama Newt Scamander yang memiliki koper ajaib yang berisikan bermacam-macam hewan unik. Ia pergi ke Amerika dengan alasan untuk mencari seorang peternak yang ia kenal di Amerika, namun tujuan sebenarnya adalah untuk membebaskan Thunder Bird ke tempat aslinya di Arizona. 

Namun karena kecelakaan yang tidak disengaja oleh salah satu hewan mistis Scamander bernama Niffler di salah satu bank di New York, ia terpaksa harus segera membereskan kekacauan tersebut dengan melibatkan seorang no-maj (sebutan orang yang tidak memiliki kemampuan sihir atau sebutan lainnya muggle) bernama Jacob Kowalski yang mengakibatkan koper miliknya dan Scamander tertukar. Ulahnya tersebut kemudian dicurigai oleh seorang mantan auror bernama Tina Goldstein yang memaksa Scamander untuk ikut dengannya ke Kementrian Sihir, dimana dirinya menduga bahwa Scamander mungkin terlibat aksi kekacauan yang akhir-akhir ini terjadi di kota New York dan berharap bahwa dirinya bisa memperoleh kembali posisi penyidik atau auror dikementrian. Dilain tempat Kowalski tidak sengaja membuka koper milik Scamander dan membuat beberapa hewan mistis lepas membuat kekacauan dikota New York dan membuat Scamander semakin dicurigai oleh Graves dan kementrian sihir Amerika bernama MACUSA (Magical Congress of the United States of America). 

Newt Scamander menyadari bahwa tugasnya di Amerika tidaklah mudah, dimana ia harus menyelesaikan urusannya ditambah mengembalikan hewan-hewan yang lepas tersebut kembali kedalam kopernya dan menghentikan makhluk berbahaya yang meneror kota New York sekaligus mencari tahu siapa dalang dari semua ini.

Full of wonders but not everything

Ketika saya memutuskan film ini saya berharap bahwa saya akan dibawa kepada ke dunia yang penuh keajaiban dan sihir menakjubkan, harapan saya terpenuhi disini. Saya seperti dibawa melihat kembali 2 film Harry Potter favorit saya yaitu 3 dan ke 5. Kedua film tersebut berhasil menampilkan berbagai hal unik untuk dilihat dan hal itu terjadi kembali di Fantastic Beast sesuai dengan ekspetasi saya harapkan. Kita seperti dibawa kepada hal-hal yang baru dan menarik, yang paling membuat saya terkesan adalah bagaimana cara film ini menyampaikan hal-hal baru tersebut kepada kita dengan simple namun tetap memukau kita saat menontonnya. Meskipun banyak hal-hal yang baru ditampilkan, namun janji untuk menampilkan Illevomory dalam film ini sama menjadi salah satu kekecewaan, karena sekolah tersebut hanya disebutkan pada satu kalimat saja dan tidak disinggung kembali. Kita hanya mengetahui sekolah itu dari gambar sketsa yang dibagikan J.K Rowling saja termasuk 3 sekolah sisanya.

Truly Fantastical Beast

Tentunya sesuai dengan judulnya yaitu “Fantastic Beast” hal yang menarik perhatian sepanjang film tentunya adalah makhluk-makhluk yang hidup dalam dunia sihir. Meskipun kelihatannya hanya sedikit binatang yang ditampilkan disini ketimbang bukunya, namun hal itu tidak mengubah betapa menarik dan menyenangkannya film ini. Favorit saya adalah Niffler, hewan yang memiliki wujud platypus yang diperkenalkan pada awal film sangat lucu dan menggemaskan meskipun suka mencuri barang-barang yang berkilauan. Tidak hanya Niffler yang mampu menyita perhatian saya, namun mungkin semua hewan yang ada dalam film ini mampu melakukan hal tersebut karena memang unik, sebut saja Erumpent dimana aksi penangkapannya oleh Scamander dan Kowalski bisa mengocok perut seluruh penonton yang ada di bioskop, bowtruckle yang manja, Demiguise yang bisa menghilang sekaligus melihat masa depan dengan karakter keibuan, atau Occamy yang badannya bisa membesar dan mengecil tergantung ruangan yang ia tempati, yang paling keren Swooping Evil makhluk berbentuk seperti kelelawar atau kupu-kupu yang bisa masuk dan keluar melalui lengan Scamander tetapi hati-hati makanan favorit makhluk ini adalah otak dari mangsanya! 

Dan salah satu favorit saya tentunya Thunder Bird makhluk yang menjadi alasan Scamander dating ke Amerika untuk membebaskannya ke tempat aslinya, memiliki bentuk seperti elang besar dan mampu memanggil awan petir disekelilingnya, membuat makhluk ini terlihat mengagungkan dan memukau seluruh audience yang ada dibioskop.

Koper

Jika anda melihat dalam trailernya, anda pasti melihat Newt Scamander (Eddie Redmayne) selalu menenteng koper yang kelihatannya menjadi tempat Scamander menaruh semua hewan yang ia pelihara di dalam sana. Trailernya sendiri tidak menampilkan secara blak-blakan tentang isi koper tersebut dan itu merupakan hal yang tepat karena mampu membuat orang penasaran aka nisi dari koper tersebut, menurut saya memang salah satu hal terbaik yang anda lihat dalam film ini memang ketika saat Newt Scamander mulai memperlihatkan “isi” dari koper tersebut dan apabila trailernya sendiri menampilkan hal itu mungkin akan membuat orang kurang tertarik akan film ini. Rasa penasaran akan isi koper itu pula yang membuat saya rela untuk menonton film ini pada saat-saat akhir. Meskipun ada banyak orang-orang yang menduga-duga bahwa koper itu mirip seperti tas Hermione memang benar dugaan tersebut, tas tersebut memiliki ruangan yang teramat-amat besar untuk bisa anda bayangkan. Jika anda mulai membayangkan tenda mini di Harry Potter 4, atau ruangan serba guna di Harry Potter 5, anda sebaiknya mulai buang jauh-jauh pikiran tersebut karena besarnya koper tersebut akan diluar dugaan anda.

Tradisi hidup dalam ketakutan

Kita sudah membahas koper dan binatang, tetapi bagaimana budaya pada tahun tersebut? Yang saya sayangkan disini adalah budaya sihirnya yang ternyata tidak berbeda jauh dengan Inggris meskipun berbeda Negara, dan yang hanya membedakan antara budaya keduanya adalah cara mereka menyebut manusia biasa sebagai no-maj ketimbang muggle. Saya pikir bahwa dalam film ini Amerika akan memiliki sihir yang unik dan berbeda dengan orang-orang Inggris tetapi kenyatannya mereka menggunakan mantra bahkan cara menggunakan tongkat sihirnya sama dengan orang-orang Inggris. Saya tidak tahu apakah system sihir mereka memang ditetapkan secara global atau bagaimana, namun kedua sekolah yang sebelumnya tampil pada Harry Potter 4 sekilas memiliki ciri khas mereka masing-masing.

Meski kita pernah melihat bahwa dalam Harry Potter dimana para penyihir sudah lebih bebas dengan para manusia biasa meskipun beberapa pureblood masih mendiskriminasi mereka tetapi di sini masyarakat sihir pada jaman Newt Scamander terkesan menutup diri dengan para manusia biasa untuk “melindungi” mereka. Dalam film ini pernah disinggung pemburuan penyihir yang pernah terjadi pada tahun silam, dan hal itu merupakan dasar utama MACUSA menyarankan agar para penyihir tidak berhubungan dengan para no-maj apalagi seperti berpacaran atau menikah, dimana hal itu sangat dilarang dan ditentang oleh komunitas besar sihir dengan alasan akan mengungkap keberadaan mereka dan memicu perang seperti jaman dahulu. Biarpun ada hal tabu seperti itu, J.K Rowling menambahkan cerita cinta dalam film ini, yang tentunya cinta antar beda dunia. Dimana menurut saya, tindakan J.K Rowling dimaksud ingin memberitahu, bahwa disana adalah titik perubahan dimana para penyihir juga bisa hidup berdampingan dengan para manusia, dan para manusia juga bisa mempelajari sihir dari mereka tanpa harus hidup bersembunyi dan ketakutan terus menerus.

Selain pandangan mereka terhadap manusia, mungkin sudah tradisi jika para penyihir hidup dalam penuh ketakutan terhadap seseorang yang kuat ilmu sihirnya. Coba bayangkan saja jika mereka pada jaman itu tidak bisa menangani Grindelwald tanpa perlawanan yang berarti maka tidak aneh jika Voldemort bisa sangat berkuasa bahkan membuat masyarakat ketakutan hanya dengan menyebutkan nama dirinya. Hal ini membuat kesan bahwa masyarakat sihir sejak dari dulu lemah dan hanya sedikit orang yang bisa berdiri dan melawan sedangkan sisanya tidak tahu kemana. Saya tidak bilang pada dalam film Fantastic Beast orang-orang sekelas auror itu lemah justru mereka hebat dan terampil dalam menggunakan pertahanan sihir mereka disini dalam menangkap kriminal, tetapi yang saya sesalkan adalah bagaimana cara mereka untuk melawan musuh tanpa adanya taktik dan cenderung face to face dengan para penyihir hitam.

Selain itu cara MACUSA menangani manusia disini yang cenderung lebih suka meng-obliviate memori mereka secara terus menerus tanpa ada solusi lain untuk menekan atau meredam rasa curiga atau benci mereka terhadap penyihir. Bagaimana tidak, sepanjang film jika ada sesuatu yang terjadi dengan no-maj, obliviate, terjadi lagi? Cukup Obliviate saja. Cara ini terlihat malas namun efisien, tetapi menurut saya image yang ditinggalkan oleh masyarakat disana lebih condong pengecut dan terkesan tidak mau repot karenanya.

No Killing Curse but the fight is ok

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya diatas bahwa sihir disini tidak berbeda jauh dengan yang ada di Inggris, jadi kemungkinan bahwa 3 mantra kutukan mematikan sudah pasti ada kan? Setidaknya digunakan oleh penyihir hitam sekelas Grindelwald. Ternyata tidak, sama sekali tidak ada kutukan mematikan disini, meskipun ada beberapa mantra yang berbahaya dan digunakan untuk menyerang namun saya terus bertanya-tanya mengapa tidak ada yang menggunakan 3 kutukan mematikan tersebut. Ada kemungkinan bahwa 3 kutukan tersebut lahir dari Voldemort itu sendiri, karena pada akhir film pun tidak ada mantra mematikan itu yang keluar dari mulut setiap karakter di Fantastic Beast, yep termasuk Grindewald.

Lalu anda piker jika tidak ada ke 3 mantra tersebut maka pertarungan disini akan terkesan membosankan? Tidak! Pertarungan disini tergolong kreatif dan cepat, meskipun cepat sangat sulit untul melewatkan adegan pertarungan tersebut karena teknik penggambilan gambar yang baik mampu membuat kita memperhatikan apa-apa saja yang terjadi sepanjang pertarungan. Contohnya saja bagaimana lihainya Newt Scamander menggunakan hewan Swooping Evil seperti yo-yo untuk lolos dari jeratan hukuman mati dan lolos dari markas besar MACUSA yang penuh dengan auror. Selain itu sebagai para penyihir begitu lihat menggunakan apparatus, bahkan ada salah satu auror menggunakan sihir untuk menghentikan orang yang tengah ber-apparate saat penggerebekkan.
Anda akan melihat begitu banyak apparatus sehingga membuat di film ini sama sekali tidak ada transportasi sihir, sama seperti yang saya sebutkan sebelumnya, praktis.

Karakter

Ketika kita berbicara siapa yang bersinar disini tentunya Newt Scamander yang diperankan oleh Eddie Redmayne. Newt diperankan dengan sangat baik oleh Eddie Redmayne ketimbang ia memerankan salah satu antagonis di Jupiter Ascending. Eddie mampu menampilkan karakter yang introvert, kikuk, tertutup, dan memiliki ketertarikan lebih terhadap binatang ketimbang manusia. Kesan misterus yang ada dalam karakter Newt Scamander membuat saya penasaran terhadap masa lalu orang ini yang cenderung menyembunyikannya ketimbang membicarakannya ke orang lain, meskipun tertutup ia tidak akan malu-malu untuk melakukan sesuatu yang konyol jika hal itu bersangkutan dengan hewan sihir, ia seperti penyihir coklat yang ada di film The Hobbit. Kesan bahwa ia sangat tertutup dibuktikan bahwa ia tidak ingin menceritakan apapun mengenasi seorang wanita dari keluarga LeStrange yang secara mengejutkan sudah terkenal gila di dunia sihir. Berbicara mengenai hal ini ada yang bertanya “apakah kami akan mengetahui lebih jauh mengenai LeStrange?” dan J.K Rowling membalas “film selanjutnya”, well bagi kalian yang penasaran mungkin harus bersabar tahun depan untuk mengetahui lebih jauh. Newt Scamander sebagai tokoh baru yang diperkenalkan dan bagaimana ia berbicara dengan logat british-nya yang kental membuat saya senang akan karakter Scamander dan berharap bahwa ia akan muncul kembali pada film-film kedepan.

Tidak hanya Newt Scamander saja yang menjadi bintang disini Dan Fogler yang berperan sebagai Jacob Kowalski yang bertubuh tambun adalah angin segar dalam film ini. Dia adalah yang bertanggung jawab untuk mengocok perut penonton sepanjang film. Banyak aksi konyol dan ekspresi polos sekaligus bingungnya mampu mengundang gelak tawa para penonton setiap kali orang ini muncul. Meskipun ia terkesan seperti karakter yang secara tidak sengaja terbawa petualangan gila akibat ulah dari hewan Newt Scamander, namun ia merupakan salah satu kunci untuk membuat film terasa menyenangkan.

Tina Goldman dan Queenie yang diperankan oleh Katherine Waterston dan Alison Sudol merupakan kakak adik yang manis dalam film ini terutama Queenie. Keduanya adalah perempuan baik hati dan bertindak apa yang menurut mereka benar, meskipun karena hal tersebut membuat Tina dikeluarkan dari auror. Tina sangat ingin kembali kedalam auror dan menggunakan segala cara yang menurut dia benar untuk kembali kedalamnya meskipun hal tersebut terlihat menyedihkan, ia sebenarnya bukanlah wanita yang tegar atau kuat, ia lebih terlihat mudah terguncang, penakut, dan sulit mengutarakan pendapatnya jika dalam tekanan. Queenie saudari perempuannya yang lebih lihai jika soal mengutarakan perasaan adalah wanita yang paling feminim disini. Ia memiliki sikap baik hati seperti wanita Amerika serikat pada umumnya, dan salah satu yang membuktikan bahwa wanita tidak melihat fisik dan wajah rupawan saja, namun wanita juga bisa jatuh cinta terhadap sikap dan perilaku gentlemen dari seorang pria. Keduanya meskipun terlihat sangat berbeda, tetapi hubungan mereka sangat kuat dan sulit untuk dipisahkan seolah-olah mereka saling terhubung satu sama lain.

Villain atau penjahat yang dalam film ini harus mendapat nilai kurang. Meskipun tokoh Greaves sudah diperankan dengan baik oleh Colin Farell, namun yang malah membuat aneh adalah ketika film mencapai klimaksnya. Pada detik-detik terakhir diperlihatkan bahwa Greaves selama ini adalah Grindelwald. Hal ini menimbulkan banyak pertanyaan dan spekulasi mengapa studio tanpa ada alasan yang jelas dalam cerita secara tiba-tiba menampilkan Grindelwald di akhir film menyamar sebagai Greaves. Seperti mengapa ia harus repot-repot membahayakan dirinya menyamar sebagai Greaves selama ini jika ia bisa menyuruh salah satu anak buahnya untuk menyusup, atau mengapa ia harus bertindak begitu jauh hanya untuk menangkap salah satu makhluk sihir hitam untuk ia manfaatkan jika ia sendiri memiliki Elder Wand. Ditampilkannya Grindelwald yang diperankan oleh Johny Deep terkesan mendadak dan kurang penting pada dalam keseluruhan cerita. Jika studio ingin membuat cerita yang terlihat memiliki twist hal itu terasa gagal untuk membuat para penontonnya impress terhadap Grindelwald yang hanya mengucapkan 2 kalimat saja dalam film ini. Johnny Deep dikenal sebagai actor yang mematok harga tinggi untuk bermain dalam sebuah film, dan mungkin studio memasukan dirinya sebagai kejutan untuk film kedepannya.

Music
Tidak hanya grafis dan ceritanya yang bisa membuat anda tersihir, namun musik yang dibuat oleh James Newton Howard sangat kental akan nuansa ajaibnya. Musik yang mengiringi beberapa adegan terasa sangat pas apalagi ketika Scamander mengenalkan semua hewan peliharaannya kepada Kowalski. Jelas tidak asing jika mendengar nama James yang merupakan komposer terbaik diluar sana dan ia berhasil membuat salah satu karya yang berkesan dalam film ini. Musik yang dimainkan bersamaan dengan aksi jenaka Scamander dan Kowalski, ketegangan yang terjadi sepanjang film, atau suasana mencekam pada adegan tertentu membuat kita ikut merasakan suasana tersebut berkat background musik yang turut dimainkan.

Overall
Warner Bros, David Yates, dan J.K Rowling berhasil membawa kita merasakan dunia sihir yang sudah lama tidak saya rasakan. Saya seperti dibawa melihat pertama kali film Harry Potter waktu masih kecil ketika melihat film ini. Meskipun tergolong baru saya merasakan bahwa plot dalam Fantastic Beast and Where to Find Them terasa tidak jauh berbeda dengan Harry Potter dimana bedanya kali ini pemeran utamanya adalah orang dewasa dan bukan bocah. Dari karakter utamanya terdiri dari 2 orang pria dan 1 orang perempuan: 1 pria pintar, pemberani, juga peduli akan sesama; pria ke-2 lucu, konyol, namun selalu membela temannya; wanita yang ada diantara kedua pria ini juga pintar dan selalu patuh akan peraturan, juga berani untuk mengambil tindakan yang menurutnya benar. Ke-3 orang itu terdengar seperti trio legendaris bukan? Ditambah lagi bahwa ada pangeran kegelapan lain sebelum voldemort yang membuat dunia sihir mencekam.

Melihat kesamaan tersebut tidak berarti bahwa karakternya juga memiliki ciri khas yang sama. Karakter yang ada disini memiliki persona dan daya tariknya masing-masing tergantung anda melihatnya bagaimana. Eddie Redmayne dan actor lainnya minus Johnny Deep sangat baik untuk memerankan karakternya masing-masing sekaligus berhasil membuat cerita dalam film ini hidup. Ditambah musik yang menawan dari James Newton Howard membuat suasana lebih hidup juga lebih merasakan nuansa sihir yang ada didalamnya.

Saya rasa film ini tidaklah masalah jika anda ingin melihatnya dengan keluarga anda atau dengan orang yang terdekat. Ceritanya yang mudah dipahami dan berbagai binatang sihir atau hal-hal ajaib lainnya mampu membuat mulut anda terbuka lebar. Anak-anak, remaja, atau dewasa akan menikmati film ini karena nuansanya tidaklah berat justru menyenangkan untuk dilihat.

Untuk anda yang mengharapkan akan ada kelanjutan untuk film fantastic beast, tenang saja karena sudah diumumkan bahwa akan ada 4 film yang akan dilancurkan dimasa depan. 

Score : 7.7


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.